Radar Radio

Hukum dan Kriminal

Puluhan Siswa Keracunan, Diduga Dari Nasi Kotak Acara KPU

PESAWARAN-Puluhan Siswa SMK 1 Gedongtataan diduga keracunan makanan setelah mengikuti sosialisasi pemilu yang digelar KPU Pesawaran, Rabu (6/2).

Dugaan keracunan makanan baru diketahui pada Kamis (7/2), saat para siswa itu dilarikan ke Klinik Ridho Husada, Kecamatan Gedong Tataan, Pesawaran.

Wakil Kepala SMKN 1 Gedong Tataan Bidang Kesiswaan, Wiji Setiti mengungkapkan, sebanyak 30 siswa SMK diduga keracunan makanan dari gejala yang muncul yakni  mengalami mual, muntah, dan buang air besar.

“Ada sekitar 80 siswa yang mengikuti kegiatan sosialisasi pemilih pemula di SMKN 1 Gedong Tataan, seusai kegiatan, sekira pukul 12.00 WIB, petugas KPU membagikan nasi kotak kepada para siswa sehingga Anak-anak langsung makan,dan ada sebagian nasi kotak yang dibawa ke kantor guru.Serta melihat sayur santan ayam terlihat seperti basi,” ungkapnya.

Lanjut Wiji,sekira pukul 14.30 WIB, sejumlah siswa mulai mengeluh sakit perut berupa mual dan melilit.Namun pada petang harinya, ia mendapat informasi puluhan siswa yang mengikuti kegiatan itu mengalami keracunan makanan.

“Ada dua siswa yang dirawat di RS Bintang Amin Bandar Lampung dan RS Surya Asih Pringsewu. Kemudian, pada Kamis (7/2) pagi, sekitar 30 anak dibawa ke Klinik Ridho Husada untuk mendapatkan pengobatan,” paparnya.

Hal senada juga disampaikan
Seorang siswa yang turut mendapat perawatan, Restu mengaku, ia mulai merasa gejala tidak sehat sekitar satu jam setelah menyantap nasi kotak, yang diberikan dalam acara sosialisasi.

” Dalam nasi kotak tersebut, ada menu berupa nasi, ayam sayur, capcay, dan kerupuk. Saat mencicipi ayam sayur, Restu sudah mulai curiga karena rasanya aneh,” jelasnya

Dalam hal ini Dinas Kesehatan (Diskes) Pesawaran menginvestigasi peristiwa 30 siswa SMK diduga keracunan makanan di SMKN 1 Gedong Tataan.Guna mencari penyebab siswa keracunan.

Petugas Diskes Pesawaran, Abdul Razak mengatakan, kemungkinan keracunan tersebut karena makanan di dalam nasi kotak. Tetapi, pihaknya belum bisa memastikan sumber keracunan karena di dalam kemasan itu, terdapat nasi, lauk, sayur, dan sambal.

“Tadi kami sudah wawancara dengan gurunya. Hasil wawancara kami, diperkirakan (penyebab keracunan) dari sayur ayam yang santan. Katanya tadi sudah agak berlendir, sudah basi. Tapi, kita tidak bisa menegakkan diagnosisnya secara pasti karena sampel makanan tadi sudah kebuang,” terang Razak.

Razak mengatakan, untuk ke depan, jika ada kejadian serupa, sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan semestinya disimpan dan dibungkus dengan baik.

“Sebelum dibawa ke laboratorium, ditaruh di kulkas supaya tidak tercemar bakteri dari luar. Kalaupun sampel mau diambil saat ini, mungkin sudah bisa dan tidak valid lagi,” beber dia.

Karena itu, kata Razak, diskes akan memeriksa pihak rumah makan yang menyediakan katering tersebut.Menurut dia, sayur berkuah seharusnya tidak boleh dikonsumsi lebih dari enam jam sejak dimasak karena, itu akan terjadi perkembangbiakan bakteri.

“Toksin inilah yang akan menyebabkan keracunan makanan,” ujarnya.

Sementara Lina Wati Divisi Parmas Kampanye Dan SDM Komisioner KPU Pesawaran menjelaskan,KPU Pesawaran menggelar kegiatan rutin Goes To Sechool kesekolah-sekolah ,namun atas kejadian ini (Keracunan,red) KPU Pesawaran tidak ada niatan ataupun unsur kesengajaan.

“Tidak ada dalam niatan unsur kesengajaan, namanya juga musibah bahkan dari KPU Juga merasakan hal yang sama yang dirasakan Siswa SMK ,namun tidak ada yang sampai dirawat. Untuk itu pihak KPU sudah memberikan bantuan pengobatan kepada Siswa yang terkena efek makanan hingga dirawat,” imbuhnya.

Senada disampaikan oleh pemilik Ketring menjelaskan,pihaknya saat menyajikan makanan kemasan (Kotak,red) sudah sesuai tidak menyalahi aturan atau bermaksud menambahkan bahan makanan berbahaya.

“Sayur ayam santan masih panas langsung dimasukan kedalam bungkus plastik ,kalau menurut keterangan yang saya dapatkan usai kejadian ini memang tidak boleh, namun atas dasar kejadian ini saya tidak bermaksud melakukan unsur yang sengaja dalam penyajian makanan tidak baik,saya meminta maaf dan sepenuhnya pengobatan saya tanggung jawab,” pungkasnya (Acp).

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

Radar Radio adalah jaringan media yang menyajikan berita terkini dan merupakan bagian dari Radar Lampung Group – Fajar Indonesia Network (FIN).


GRAHA PENA LAMPUNG
Jl. Sultan Agung No. 18, Kedaton, Bandar Lampung Telp : (0721) 782306

Copyright © 2018 Radar Radio

To Top