Radar Radio

Berita Utama

BMKG Ingatkan Potensi Tsunami Susulan, GAK Masih “Bergetar” !

Ilustrasi

FIN.CO.ID – BMKG mengingatkan adanya potensi tsunami susulan akibat guncangan Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung. Masyarakat diminta untuk tetap waspada, dengan menjauhi lokasi di bibir pantai.

“Energi tremor harmonik terus bergetar. Dan ini terjadi sejak Juni 2018. Kami belum bisa memastikan apakah kejadian malam ini diakibatkan adanya tebing longsor di Gunung Anak Krakatau. Baru besok (hari ini, red) BMKG Serang dan Bandar Lampung akan turun mengecek lokasi,” terang Kepala BMKG Dwikorita Karnawi, Minggu (23/12/2018).

Gelombang tinggi lanjut dia, terjadi sejak 21-25 Desember. Dan data ini sudah disampaikan oleh BMKG sebelumnya. “Potensi tsunami masih ada. Kami akan sampaikan kembali ketika cahaya matahari muncul. Sekali lagi tremor masih bergetar. Masyarakat kami minta tetap waspada,” paparnya.

Sementara gelombang air laut yang meningkat mengakibatkan enam warga Kalianda, Lampung Selatan Tengah meninggal dunia. Sementara 93 orang mengalami luka-luka.

“Seluruh jenazah sudah berada di rumah sakit Bob Bazar untuk identifikasi,” terang Kepala BPBD Lampung Selatan Ketut Sukerta kepada Fajar Indonesia Network.

Ditambahkan, Kecamatan Rajabasa dan Kalianda merupakan daerah terparah dari empat wilayah yang terdampak dari gelombang tinggi. “Kami terus melakukan monitoring bersama 30 anggota yang kini berada di Kalianda,” jelasnya.

Sementara informasi yang didapat dari BPBD Kabupaten Serang ada dua warga meninggal dan 21 orang mengalami luka-luka.

Sementara itu staf BPBD Kabupaten Serang makrubi menjelaskam gelombang tinggi terjadi sekitar pukul 22.00 WIB. Kondisi tersebut membuat akses jalan terhalang akibat genangan air, dan kerusakan yang terjadi.

Tim Basarnas, lanjut dia, sudah berada di Pondok Waru untuk melakukan langkah-langkah cepat membantu warga. Sembari menunggu bantuan logistik dan tim kesehatan.

“Korban jiwa di daerah Labuhan dan Carita informasinya ada dua orang tapi belum dapat dipastikan identitasnya. Tim malam ini masih kesulitan masuk ke kawasan tersebut,” terangnya.

Untuk evakuasi, lanjut Makrubi, membutuhkan tambahan personel, peralatan berat guna membuka akses. Pasalnya, sudah terlihat kerusakan di Cinangka dan sekitarnya. Bangunan semi permanen yang berada di bibir pantai terhempasan gelombang tinggi.

Seperti diketahui GAK mengalami sembilan kali kegempaan tremor harmonik sejak Rabu (5/12/2018). BMKG mengklaim ada kerusakan pada peralatan pendeteksi tremor GAK.

Secara visual gunung kabut 0-III dan asap kawah tidak teramati, serta ombak laut tenang. Sementara, status gunung tersebut kini berada di Level II atau Waspada.

Terpisah Staf Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Pos Pengamatan GAK Deny Mardiono mengatakan, angin bertiup lemah ke arah utara dan barat. Sedangkan, suhu udara 25-31 derajat Celsius, kelembapan udara 66-100 persen, dan tekanan udara 0-0 mmHg.

Deny menjelaskan laporan aktivitas Kegempaan Tremor Harmonik terjadi sembilan kali, amplitudo 2-23 mm, durasi 100-400 detik. “Vulkanik Dangkal 25 kali, amplitudo 3-20 mm, durasi 3-16 detik. Sementara, vulkanik dalam lima kali, amplitudo 35-57 mm, S-P 1-2 detik, durasi 17-30 detik,” terangnya. (rdo/fin/ful)
Sumber : Fin.co.id

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

Radar Radio adalah jaringan media yang menyajikan berita terkini dan merupakan bagian dari Radar Lampung Group – Fajar Indonesia Network (FIN).


GRAHA PENA LAMPUNG
Jl. Sultan Agung No. 18, Kedaton, Bandar Lampung Telp : (0721) 782306

Copyright © 2018 Radar Radio

To Top