Hukum dan Kriminal

“Bersih-bersih” Lapas, Temukan Napi Simpan Paket Sabu

KOTAAGUNG–Menjalani masa hukuman di dalam penjara tidak membuat Sandi Iqbal (31) jera. Narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Kotaagung itu kedapatan menyimpan narkoba jenis sabu-sabu seberat 60,4 gram saat jajaran pegawai lapas melakukan razia rutin dalam rangka “bersih-bersih”, Senin (22/10) lalu. 

Guna menjalani proses hukum, narapidana asal Telukbetung itu kini dilimpahkan ke Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Tanggamus. Selain melimpahkan tersangka, pihak lapas juga menyerahkan barang bukti berupa paketan sabu-sabu, dua butir setengah pil ekstasi sekaligus timbangan digital dan perangkat isap (bong) beragam jenis.

Kabag Operasional Polres Tanggamus Kompol Bunyamin didampingi Kasatres Narkoba Iptu. Anton Saputra saat ekspose menjelaskan, tersangka pengedar sabu-sabu dari dalam lapas itu dijemput pukul 20.00 WIB, Selasa (23/10). Meskipun sudah berstatus narapidana yang sedang menjalani masa hukuman, namun tersangka tetap harus dibawa ke polres untuk proses lebih lanjut. 

“Selain tersangka, juga ada barang bukti 60,40 gram sabu-sabu yang sudah dibagi dalam 13 paket. Kemudian beberapa korek api gas, beberapa bong, satu unit timbangan digital. Kesemuanya itu disimpan di dalam sebuah kotak ponsel. Kemudian dari tes urin tersangka, hasilnya juga positif,” beber Bunyamin, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma, saat ekspose di aula Mapolres Tanggamus Rabu (24/10). 

Saat ditanyai tentang kronologis masuknya kristal memabukkan itu ke dalam bilik lapas yang diketahui berpengamanan ketat, Kabag Ops menegaskan, masih terus didalami oleh penyidik. Sebab untuk membesuk seorang narapidana di dalam lapas saja, pengamanannya sangat ketat. Terlebih untuk memasukkan sabu-sabu dan perangkat isap, pastinya perlu cara yang ekstra.

“Masih kami dalami (cara memasukkan sabu-sabu dalam lapas). Namun yang pasti, niatan jajaran pegawai Lapas Kelas II B Kotaagung untuk ‘bersih-bersih’, sangat kami apresiasi. Metode semacam ini sangat perlu dilakukan,” ujar Bunyamin.

Berikutnya, Anton Saputra menjelaskan, tersangka merupakan narapidana kasus narkoba dengan vonis enam tahun subsider enam bulan. Sebelum dipindahkan ke Lapas Kelas II B Kotaagung, kata Anton Saputra, tersangka adalah warga binaan di Lapas Kotabumi. 

“Atas perbuatannya yang masih mengedarkan narkoba meskipun sudah berstatus narapidana, untuk perkara ini tersangka kami jerat dengan Pasal 114 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. Untuk keterkaitan tersangka lain, juga masih terus kami dalami,” tandas Anton Saputra. 

Menurut penuturan singkat tersangka, sabu-sabu seberat 60,40 gram yang sudah ia pecah menjadi 13 paket, dijual dengan harga lebih dari Rp250 ribu per paket.

Sementara Kepala Lapas Kelas II B Kotaagung Sohibur Rachman, A.Md.IP., S.Sos., M.H. membenarkan, pihaknya berhasil memperoleh narapidana nakal saat razia rutin dalam rangka “bersih-bersih”.Sohibur mengakui, hasilnya ternyata sungguh melampaui ekspektasi mereka. 

“Razia rutin dilaksanakan menyusul adanya indikasi masuknya barang terlarang dalam lapas. Tim kemudian menyisir seluruh sudut blok kamar hunian dan dilakukan penggeledahan badan napi tanpa terkecuali,” ujar kalapas.

Saat petugas memeriksa kamar A5 dan C5, Sohibur melanjutkan, terlihat gelagat mencurigakan dari salah seorang penghuni yang gelisah, yaitu Sandi Iqbal. Mengetahui gelagat yang tidak beres, petugas akhirnya melakukan  penggeledahan intensif terhadap kamar yang dihuni 29 orang tersebut.

Benar saja, sejurus kemudian ditemukan 13 paket kristal bening diduga shabu seberat 60,40 gram dari dalam sebuah tas, 2 unit ponsel, dan seperangkat alat isap berupa bong. Terungkap, barang-barang terlarang  itu milik narapidana bernama Sandi Iqbal yang menjalani vonis atas kasus narkoba. Mengetahui adanya temuan tersebut, Sohibur Rachman segera berkoordinasi dengan Satuan Reserse Narkoba Polres Tanggamus.

“Ketika narapidana masuk ke dalam lapas, petugas telah memberi penjelasan tentang tata-tertib yang harus dipatuhi di dalam lapas. Senjata tajam dan handphone saja tidak boleh masuk. Apalagi narkoba,” tegas Sohibur. 

Mantan Kepala Rutan Kota Depok, Jawa Barat itu juga menegaskan, terkait temuan ini pihaknya akan menyerahkan sepenuhnya ke Polres Tanggamus untuk dilakukan pengembangan perkara.

“Untuk napinya sendiri, selain diproses hukum oleh polisi sekarang, kami juga akan memberikan sanksi berupa pencabutan Remisi dan pencabutan Cuti Menjelang Bebas. Sanksi tegas ini supaya menjadi pelajaran bagi penghuni yang lain agar berpikir dua kali kalau melakukan pelanggaran,” pungkas Sohibur Rachman. (ral)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

Radar Radio adalah jaringan media yang menyajikan berita terkini dan merupakan bagian dari Radar Lampung Group – Fajar Indonesia Network (FIN).


GRAHA PENA LAMPUNG
Jl. Sultan Agung No. 18, Kedaton, Bandar Lampung Telp : (0721) 782306

Copyright © 2018 Radar Radio

To Top